Mengukir Senyum di Hari Asyura: Indahnya Berbagi di Masjid Karimul Ihsan Ketapang Kota Probolinggo

Malam 10 Muharram selalu punya cerita tersendiri tentang kehangatan dan kepedulian. Tepat pada hari Rabu, 24 Juni 2026, selepas ibadah salat Isya, suasana di Masjid Karimul Ihsan terasa begitu syahdu sekaligus membahagiakan. Di bawah naungan malam yang berkah, kami berkumpul untuk satu tujuan mulia: merayakan Hari Asyura atau yang akrab kita kenal sebagai "Lebaran Anak Yatim" melalui aksi nyata.



Muharram adalah momentum terbaik untuk membuka mata dan hati kita terhadap sesama. Meneladani anjuran Rasulullah SAW untuk memuliakan anak-anak yatim, Masjid Karimul Ihsan menggelar acara Santunan Anak Yatim sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial jamaah.

Rangkaian Acara yang Khidmat dan Syahdu

Acara malam hari itu dipandu dengan sangat apik oleh Ustaz Wahid selaku Master of Ceremony (MC). Setelah pembukaan, suasana masjid seketika berubah menjadi penuh ketenangan berkat lantunan indah Sholawat Burdah yang dibawakan secara berduet oleh Ustaz Karso dan Ustaz Fathullah


Getaran sholawat yang menggema membuat malam Asyura ini terasa semakin sakral dan menyentuh hati.

Memasuki acara inti, Ketua Takmir Masjid Karimul Ihsan, KH Abdul Aziz, memberikan sambutan hangatnya. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dan mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga konsistensi dalam menyayangi serta menyantuni anak-anak yatim di lingkungan sekitar kita tidak hanya di bulan Muharram.



Dari 117 Hati yang Tulus untuk 32 Senyuman

Alhamdulillah, gerakan kebaikan kali ini digerakkan oleh kedermawanan 117 orang donatur yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya. Amanah yang terkumpul kemudian disalurkan langsung kepada 32 anak yatim.

Binar bahagia di wajah ke-32 anak yatim malam itu menjadi upah terbaik atas kebaikan para donatur.




Doa Penutup dari Ruang Hati yang Tulus

Salah satu momen paling mengharukan malam itu adalah di penghujung acara. Doa penutup tidak dipimpin oleh tokoh agama, melainkan disampaikan langsung oleh salah satu perwakilan anak yatim, yaitu Ananda Aisyah Izz Zayani (putra dari Alm. Bapak Lukman Susanto).



Mendengar bait demi bait doa yang dipanjatkan oleh jemari kecil Ananda Aisyah, tak sedikit jamaah yang hadir meneteskan air mata. Doa tulus tersebut menjadi penutup yang sempurna, melangitkan harapan-harapan baik bagi seluruh donatur dan kemakmuran Masjid Karimul Ihsan.

Terima Kasih, Jazaakumullahu Khairan Katsiran

Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada 117 donatur yang telah menjadi jembatan berkah bagi 32 anak yatim kita, serta seluruh pengurus takmir yang menyukseskan acara ini. Semoga rezeki yang dikeluarkan menjadi pembersih harta, pelipat ganda pahala, dan pengetuk pintu surga kelak.


Peringatan 10 Muharram ini boleh saja usai, namun kepedulian kita tidak boleh berhenti di sini. Mari kita terus rawat konsistensi dalam berbagi.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.