Menyulam Kepedulian di Bulan Mulia: Persiapan Santunan Yatim 10 Muharram 1448 H

Malam itu, tepatnya pada tanggal 2 Juni, semilir angin yang menyejukkan mengiringi langkah para pengurus dan warga yang berangsur berdatangan. Jarum jam baru saja menunjuk pukul 19.00 WIB, tak lama setelah menunaikan ibadah salat Isya, suasana hangat penuh keakraban langsung terasa memenuhi ruang tamu kediaman Bapak Hartono. Bukan sekadar pertemuan rutin biasa, malam ini kami duduk melingkar untuk mematangkan sebuah hajat mulia: menyelenggarakan santunan bagi anak-anak yatim di lingkungan kita dalam rangka menyambut 10 Muharram 1448 H.





Fokus, Teknis, dan Kebersamaan Di bawah cahaya lampu yang benderang, lembaran kertas kerja dan buku catatan mulai digelar. Diskusi di rumah Bapak Hartono ini mengalir renyah namun tetap terarah. Berbagai agenda penting dibahas secara komprehensif, mulai dari verifikasi pendataan anak yatim agar santunan benar-benar tepat sasaran, pembagian tugas kepanitiaan, hingga strategi penggalangan dana yang mengajak partisipasi aktif dari seluruh elemen warga.



Sesekali, tawa ringan memecah ketegangan saat secangkir teh hangat dan camilan khas tuan rumah diedarkan. Kekompakan ini menjadi bahan bakar utama panitia. Semua yang hadir menyadari betul keutamaan tanggal 10 Muharram—yang kerap disebut sebagai "Lebarannya Anak Yatim"—sebagai momentum emas untuk melangitkan doa dan berbagi kebahagiaan bersama mereka yang kehilangan sosok ayah.

Harapan yang Mengangkasa Lebih dari sekadar menyusun jadwal, susunan acara, dan rincian anggaran, rapat malam ini adalah ruang penyatuan visi. Kami ingin memastikan bahwa bingkisan dan santunan yang nantinya disalurkan tidak hanya bernilai materi, melainkan menjadi simbol pelukan hangat dari masyarakat bahwa anak-anak ini amat disayangi dan tidak berjuang sendirian.



Menjelang larut malam, rapat pun ditutup dengan lantunan selawat dan doa bersama. Ada secercah harapan tulus yang mengangkasa malam itu—semoga niat baik seluruh warga dimudahkan jalannya, pintu-pintu rezeki para donatur diluaskan keberkahannya, dan acara santunan 10 Muharram 1448 H nanti dapat menerbitkan senyum paling manis di wajah anak-anak kita.